Hadits yang Diamalkan dan Tidak Diamalkan

0 komentar

HADITS 1:
At-Tirmidziy rahimahullah meriwayatkan hadits secara marfuu':
كُلُّ طَلَاقٍ جَائِزٌ إِلَّا طَلَاقَ الْمَعْتُوهِ الْمَغْلُوبِ عَلَى عَقْلِهِ
"Setiap thalaq boleh dilakukan (sah), kecuali thalaq yang dilakukan oleh orang gila lagi kurang akalnya" [As-Sunan no. 1191].
Setelah menjelaskan sebab kedla'ifannya, At-Tirmidziy rahimahullah berkata:
وَالْعَمَلُ عَلَى هَذَا عِنْدَ أَهْلِ الْعِلْمِ مِنْ أَصْحَابِ النَّبِيِّ ﷺ وَغَيْرِهِمْ أَنَّ طَلَاقَ الْمَعْتُوهِ الْمَغْلُوبِ عَلَى عَقْلِهِ لَا يَجُوزُ إِلَّا أَنْ يَكُونَ مَعْتُوهًا يُفِيقُ الْأَحْيَانَ فَيُطَلِّقُ فِي حَالِ إِفَاقَتِهِ
"Para ulama dari kalangan shahabat Nabi dan yang lainnya mengamalkan hadits ini, yaitu bahwa thalaq yang dilakukan oleh orang gila lagi kurang akalnya tidak sah, kecuali jika kegilaannya hanya terjadi kadang-kadang saja dan ia menthalaqnya ketika sadar" [idem, 2/481].

Perintah (Al-Amru)

0 komentar

Pada kesempatan ini sedikit akan dibahas tentang al-amru (الْأَمْرُ) atau perintah. Definisi perintah dalam ushul al-fiqh adalah :
استدعاء الفعل بالقول على وجه الاستعلاء
“Memerintahkan untuk melakukan sesuatu dengan satu perkataan dalam bentuk al-isti’laa’ (dari yang lebih tinggi kepada yang lebih rendah)” [Mudzakkirah fii Ushuulil-Fiqhi, hal. 224].
Atau bisa juga dikatakan :
قول يتضمن طلب الفعل على وجه الاستعلاء
”Perkataan yang mengandung tuntutan melakukan sesuatu dalam bentuk al-isti’laa’ (dari yang lebih tinggi kepada yang lebih rendah)” [Syarh Al-Ushuul min ‘Ilmil-Ushuul, hal. 107].

Perdebatan Unik

1 komentar

Ada satu kisah perdebatan antara Muhammad bin Idriis Asy-Syaafi'iy dengan Ishaaq bin Raahuuyah yang disaksikan oleh Ahmad bin Hanbal rahimahumullah. Tiga pembesar fiqh dan hadits ada dalam satu majelis. Dalam kitab Thabaqaat Asy-Syaafi'iyyah Al-Kubraa (1/320) disebutkan satu riwayat sebagai berikut:
أن إسحاق ابْن راهويه ناظر الشافعي، وأَحْمَد بْن حنبل حاضر، فِي جلود الميتة إذا دبغت، فقال الشافعي: دباغها: طهورها. فقال إسحاق: ما الدليل؟ فقال الشافعي: حَدِيثُ الزُّهْرِيِّ، عَنْ عُبَيْدِ اللَّهِ بْنِ عَبْدِ اللَّهِ، عَنِ ابْنِ عَبَّاسٍ، عَنْ مَيْمُونَةَ، " أَنَّ النَّبِيَّ، ﷺ مَرَّ بِشَاةٍ مَيِّتَةٍ، فَقَالَ: " هَلا انْتَفَعْتُمْ بِجِلْدِهَا ". فقال إسحاق: حديث ابْن عكيم: كتب إلينا رَسُول اللَّهِ، ﷺ قبل موته بشهر: " لا تنتفعوا من الميتة بإهاب، ولا عصب ". أشبه أن يكون ناسخا لحديث ميمونة ؛ لأنه قبل موته بشهر. فقال الشافعي: هَذَا كتاب، وذاك سماع. فقال إسحاق: إن النبي، ﷺ كتب إِلَى كسرى، وقيصر، وكان حجة عليهم عند اللَّه. فسكت الشافعي، فلما سمع ذلك أَحْمَد بْن حنبل ذهب إِلَى حديث ابْن عكيم، وأفتى بِهِ. ورجع إسحاق إِلَى حديث الشافعي، فأفتى بحديث ميمونة

Asyaa’irah Kafir ?

2 komentar

Anda pernah mendengar pengkafiran Asw*** yang mengaku berpaham Asyaa'irah terhadap 'Wahabi' ?. Saya yakin pernah. Bahkan belakangan genderang ditabuh semakin kencang. Pengkafiran mereka diklaim sudah terjadi semenjak era Syaikhul-Islaam Ibnu Taimiyyah yang dianggap eyangnya 'Wahabi'. Beliau mendapat kiriman pahala yang cukup banyak atas tuduhan dan makian beberapa oknum Asw***. Btw, saya nggak akan ngurus Asw***, tapi pingin bincang tentang Asyaa'irah. Kalau ditanya balik, apakah Asyaa'irah itu lurus dan benar ?. Gak juga. Ternyata, sebagian 'aqidah Asyaa'irah telah banyak dikomentari dan dianggap sebagai penyimpangannya semenjak era sebelum Ibnu Taimiyyah rahimahullah. Sebagian diantara penyimpangan tersebut adalah:
1.    Memiliki teori Kalaamullah terbagi menjadi dua, yaitu kalaam nafsiy yang bersifat qadiim dan kalaam lafdhiy yang bersifat hadiits. Yang pertama bukan makhluk, sedangkan yang kedua makhluk. Allah ta’ala berfirman tanpa huruf dan suara (kalaam nafsi), sedangkan Al-Qur’an yang sampai ke kita melalui perantaraan Jibriil dan Rasulullah adalah sebuah ibaarat dari firman Allah yang qadiim (yaitu : kalaam lafdhi).
Al-Baijuriy berkata:

Komunisme Gaya Baru

2 komentar

Banyak orang telah mengatakan komunisme adalah ideologi bangkrut. Ideologi yang sudah tak laku lagi di banyak negara. Rusia, China, Kuba, dan yang lainnya sudah (mulai) beralih dari ideologi mainstream mereka, sedikit atau banyak. Mungkin saat ini hanya tinggal Korea Utara yang dipimpin seorang psikopat yang masih kental rasa komunisnya menurut sebagian orang. Padahal, kata komunisme telah dinihilkan dalam konstitusi mereka tahun 2009 dan kemudian menggantinya dengan ideologi Juche yang digagas oleh Kim Il-sung. Masih berplatform umum sosialis, meski bukan komunis. Indonesia juga pernah merasakan remah-remah ideologi ini melalui melalui sebuah partai yang bernama PKI (Partai Komunis Indonesia).